Bikin Usaha Sampingan Yang Profitable, Ini Kiat dan Ide Bisnisnya

Usaha sampingan bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, di sela kegiatan atau pekerjaan sehari-hari. Jika benar-benar ditekuni dan mampu memanage-nya, kerjaan sampingan bisa memberikan tambahan pendapatan yang tidak sedikit.

Bahkan banyak yang akhirnya memutuskan resign dari pekerjaan utama, karena usaha sampingan yang mereka geluti ternyata lebih menguntungkan. Namun yang menjadi pertanyaan dan kendala adalah menentukan jenis usaha dan juga membagi waktu.

Selain itu, modal juga harus benar-benar dipikirkan, agar usaha sampingan yang anda bangun bisa bertahan dan juga berkembang. Tak perlu khawatir, disini kami akan memberikan beberapa tips dalam membangun bisnis sampingan dan juga ide-ide yang bisa anda terapkan.

Kiat Membangun Usaha Sampingan

Estimasi Modal dan Perkiraan Pendapatan

Meski bukan pekerjaan utama, usaha sampingan juga perlu banyak pertimbangan yang harus dikalkulasikan, terutama modal. Tentukan usaha apa yang akan anda bangun sebagai sampingan, dan hitung modal yang dibutuhkan. Anda bisa mengalokasikan modal dari pendapatan pekerjaan utama anda.

Alokasikan setidaknya 10% dari pendapatan bulanan anda. Ini dilakukan agar tidak mengganggu kebutuhan atau tanggungan lain yang sedang berjalan. Jika 10% alokasi itu belum mencukupi modal yang dibutuhkan, sisihkan untuk ditabung. Sembari menunggu modal terkumpul, anda bisa mulai mengatur waktu luang untuk membangun usaha sampingan tersebut.

Manajemen Waktu

Kelola waktu yang dibutuhkan dalam membangun bisnis sampingan anda tadi. Pilih usaha yang sekiranya tidak mengganggu jam kerja utama anda. Mayoritas, orang bekerja pada pukul 08.00 hingga 17.00 setiap harinya.

Jadi, pastikan pekerjaan sampingan berada di luar jam kerja utama anda. Jangan lupa sisihkan waktu juga untuk keluarga dan teman. Teman menjadi aset penting untuk membentuk jaringan, yang nantinya bisa menjadi faktor dalam mengembangkan pasar bisnis sampingan anda.

Sumber Daya dan Effort

Untuk menghemat waktu dan effort yang akan dikeluarkan, anda membutuhkan peran orang lain. Anda bisa mempekerjakan orang yang memiliki keahlian dalam bidang usaha yang akan anda bangun tadi. Ini akan meringankan pekerjaan dan juga memangkas waktu yang anda curahkan.

Memang membutuhkan modal atau biaya lebih jika anda akan mempekerjakan orang lain. Untuk menghemat modal, anda bisa merekrut freelancer atau pekerja paruh waktu. Rekrut orang ketika waktu anda tidak mencukupi atau mengalami bentrok dengan pekerjaan utama anda.

Ini jauh lebih efisien dan hemat daripada harus merekrut orang untuk jangka panjang. Jika pekerjaan selesai, atau anda sudah punya waktu luang lagi, anda bisa mengakhiri kontrak. Intinya, bagaimana caranya agar bisnis sampingan bisa berjalan lancar tanpa harus mengganggu pekerjaan utama.

Pahami Bidang dan Sesuaikan Skill

Tentu anda harus memahami bidang pekerjaan sampingan anda nantinya. Kemampuan atau skill apa saja yang dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkannya. Selain untuk memudahkan juga untuk mengetahui kemungkinan terburuk jika usaha itu gagal.

Jika anda benar-benar paham akan bidang usaha yang akan dijalankan, anda bisa meminimalisir resiko yang akan terjadi. Begitupun, ketika bisnis sampingan mulai mengalami kemungkinan terburuk, anda bisa melakukan langkah penyelamatan.

Jika belum paham, alokasikan waktu sebanyak mungkin untuk mempelajari bisnis sampingan yang akan anda bangun tadi. Pelajari mulai dari tahap rencana membangun, tahap pengembangan dan langkah penyelamatan dalam kondisi terburuk.

Ide dan Inspirasi Usaha Sampingan dari Rumah

Pekerjaan sampingan bisa dilakukan dalam berbagai bidang dan sektor. Apalagi di tengah kemajuan teknologi saat ini, jelas akan semakin mempermudah. Baik itu akan anda bangun di rumah, tempat kerja, dengan atau tanpa modal sekalipun.

Membangun dan mengelola bisnis sampingan dari rumah ini biasanya yang dicari oleh para ibu rumah tangga. Mereka ingin menghasilkan uang tambahan, sambil merawat anak dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Namun tak menutup kemungkinan, para mahasiswa atau yang sudah PNS dan mereka yang memiliki pekerjaan tetap, ingin juga membangun bisnis sampingan dari rumah. Beberapa pekerjaan ini biasa disebut juga, remote working. Ada yang paruh waktu, per project dan ada juga yang dibayar setiap jamnya.

Reseller dan Dropship

Menjadi reseller atau menjual kembali barang secara online maupun offline bisa menjadi pilihan para ibu rumah tangga. Dibutuhkan modal untuk belanja stok barang untuk dijual kembali.

Biasanya para reseller perlu membeli barang dalam jumlah tertentu oleh supplier, agar mendapat harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Nanti selisih harga untuk reseller dan harga pasar inilah yang menjadi keuntungannya.

Tidak perlu khawatir juga untuk proses pengiriman, karena saat ini sudah banyak kurir yang menawarkan jasanya dengan harga bersaing.

Dropship mungkin menjadi bisnis sampingan dari rumah yang paling mudah untuk dijalankan. Yang diperlukan adalah hanya menjual barang tersebut dari supplier ke pelanggan.

Tidak diperlukan juga modal yang banyak, bahkan nyaris tanpa modal. Sebab, kita tidak perlu berbelanja barang untuk stok. Kita tinggal mencari pelanggan, dan memberikan penawaran harga. Jika pelanggan setuju, kita tinggal meminta supplier untuk mengirimkan barang yang dipesan.

Ada kelebihan dan kekurangan antara menjadi reseller atau dropshipper, meski keduanya intinya sama, yakni menjual kembali barang kepada pelanggan. Kelebihan menjadi reseller dibanding dropship yakni kita lebih paham akan barang yang dijual.

Sebab, produk sudah ada di tangan kita. Jadi kita bisa tahu mulai dari jenis, kualitas sampai stok yang tersedi. Sehingga kita bisa memberikan respon cepat kepada pelanggan.

Sementara ketika menjadi dropship, kekurangan paling utama yakni respon yang tergantung supplier. Butuh banyak waktu untuk menjawab pertanyaan pelanggan, karena jawaban menunggu dari pihak supplier.

Selain itu, kita tidak tahu benar tentang produk yang dijual. Terkadang ketika produk ada kesalahan atau tidak sesuai dengan pelanggan, tentu kita sebagai dropshipper yang mendapatkan komplain.

Sementara kekurangan menjadi reseller dibanding dropship yakni kita perlu modal untuk belanja stok. Tentunya modal juga butuh banyak, karena barang yang distok ada minimal pembelian.

Kemudian kita juga harus bertanggung jawab lebih terhadap produk yang dijual. Jika tidak sesuai dan pembeli meminta pengembalian dana, kita yang harus menanggung. Meski beberapa supplier terkadang menerima retur jika produk yang dijual ada kesalahan produksi dan kerusakan.

Agen Pulsa dan Pembayaran Tagihan

Pekerjaan sampingan lainnya yang bisa dilakukan di rumah yakni menjadi agen pulsa. Kita membutuhkan modal untuk melakukan deposit pembelian pulsa ke pihak server pulsa, untuk kemudian pulsanya dijual ke pelanggan.

Usaha agen pulsa ini tidak begitu memerlukan effort yang lebih. Sebab, ketika ada pelanggan, kita tinggal mengetik pesan perintah order pulsa, yang kemudian secara otomatis terisi ke ponsel pelanggan.

Usaha agen pulsa bisa dijalankan bebarengan dengan usaha pembayaran tagihan. Bisa tagihan listrik, PDAM, tagihan layanan internet hingga pembayaran angsuran kredit. Pasalnya, sistem antara agen pulsa dan pembayaran tagihan hampir sama.

Asisten Virtual atau Customer Service

Beberapa perusahaan atau industri kecil, biasanya membutuhkan seseorang untuk menjadi asisten virtual atau customer service. Tugasnya yakni menyiapkan dan membuat dokumen serta keperluan perusahaan lainnya yang bisa dilakukan secara jarak jauh atau remote.

Selain itu sebagai customer service job desknya hanya untuk melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan. Tentu hal ini tidak memerlukan effort berlebih, dan bisa dikerjakan sambil merawat anak atau saat ada waktu luang di rumah. Namun jangan salah, gaji yang diberikan terkadang juga lumayan besar.

Admin Media Sosial dan Toko Online

Satu lagi pekerjaan paruh waktu yang bisa dijadikan usaha sampingan di rumah. Yakni menjadi admin media sosial atau toko online. Hampir sama dengan menjadi customer service, namun job desknya biasanya lebih kompleks.

Jika customer service hanya melayani keluhan dan pertanyaan pelanggan, menjadi admin media sosial dibutuhkan sedikit effort yang lebih besar. Kita diharuskan mengelola halaman sosial media semacam Instagram, Facebook ataupun Twitter.

Tujuannya, agar halaman sosmed tadi memiliki interaksi dengan pengikut yang tinggi dan meningkatkan penjualan ataupun pengunjung ke website. Senada dengan toko online, kita diharuskan mengelola sebuah toko di dunia maya. Di mana kita ditugasi untuk mengatur stok barang dan bahkan mencari pelanggan untuk menjual produk yang dijual.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *